PENULISAN SEJARAH LOKAL

PENULISAN SEJARAH LOKAL

Sebelum membaca tulisan ini, ada baiknya membaca tulisan saya sebelumnya :
3. Approach Sejarah Lokal

Pengertian Penulisan Sejarah Lokal telah dilakukan jaman Kolonial. Tujuan dari penulisan tersebut kebanyakan untuk member bahan-bahan faktuil kepada pemerintah pusat kolinial mengenai perkembangan daerah-daerah Lokal. Dengan demikian penulisannya kebanyakan terdiri dari pegawai-pegawai pemerintah local, seperti residen, asisten residen, kontrolir, tokoh militer dan sementara sarjana. Kemampuan para pegawai tersebut dapat dipahami, karena umumnya mereka telah memperoleh dasar-dasar pengetahuan Idiologi, uraian-uraian seperti "Oud Soerabaja" (oleh G.H. Von Faber), "Priangan" (Oleh F. De Haan), "Oud Batavia" (Oleh F. De haan), "Oud bantam" (oleh Van Nder Chijs), "Yogyakarta" (Oleh J. Brandes). Contoh diatas merupakan contoh contoh dari sekian banyak uraian tentang Sejarah Lokal. Uraian-uraian dalam bahasa Indonesia juga terdapat misalnya pada "Riwayat Semarang" (Oleh Liem Thian Joe), "Dari Jakarta ke Jakarta" (Oleh M. Idwar Saleh), "Aceh Sepanjang Abad" (oleh Mohammad Said). Dari beberapa contoh uraian Sejarah Lokal dalam bahasa Indonesia ini hanya "Riwayat Semarang" yang ditulis pada masa Kolonial tahun 1933.
Penulisan Sejarah Lokal pada jaman kolonial dapat membantu pemerintah untuk mengetahui lebih mendetail seluk-beluk kejadian di daerah, sehingga ini dapat dipakai sebagai bahan untuk pertimbangan beleid politik pemerintah yang dijalankan. Bagi pemerintah republic Indionesia sekarang kegunaan penulisan Sejarah Lokal juga tak dapat disangsikan, baik pemerintah pusat maupun pemerintah daerah.
Bagi penduduk setempat, Sejarah Lokal sangatlah menarik, justru karena mengungkap kejadian-kejadian dan hal-hal dengan lingkungan mereka.

Post a Comment

Previous Post Next Post