27 March 2015

Lahirnya Kota Asem-Arang (Semarang)


Sejarah Lahirnya Kota Semarang.
(Radjimo Sastro Wijono)

Beberapa abad yang lalu penamaan suatu daerah, baik kota, dusun kampung, sungai hingga gunung didasarkan dari ciri khas daerah tersebut, baik dari keadaan alam atau pemandangan mencolok atau land mark daerah tersebut. Salah satunya yang terjadi pada terlahirnya nama kota Semarang.

Berdasarkan Surat Kandaning Ringgit Purwa Naskah KBG NR.7, Lahirnya Kota Semarang diawali pada tahun 1938 saka atau 1476 Masehi. Hal ini ditandai dengan datangnya utusan Kerajaan Demak, yakni Ki Pandan Arang yang mengemban tugas Islamisasi daerah di wilayah barat Kerajaan Demak tepatnya di semenanjung Pulau Tirang atau yang sekarang dikenal dengan daerah Mugas dan Bergota.

Sesampainya di daerah tersebut, Ki Padan Arang mendirikan sbuah pesantren. di tempat berdirinya pesantren ini diketahui banyak tumbuh pohon asam (Jawa: Asem), peepohonan tersebut tumbuh jarng (Jaa; Arang). Semakin hari semakin banyak masyarakat yang masuk pesantren, daerah tersebut kemudian dikenal dengan nama Asem-Arang yang lama-kelamaan disingkat menjadi Semarang.

Jika Anda brisata ke Semarang, Anda akan menemui kelenteng Sam Po Khong yang menjadi land mark karena kemegahannya. Kelenteng ini merupakan peninggalan dari Sam Po Tay, orang China pertama yang menduduki darah tersebut sejak abad ke-15, sebelum kedatangan Ki Pandan Arang. Islamisasi di daerah tersebut terjadi cukup alot mengingat banyaknya orang China yang bermukim di daerah klenteng. Jumlah penduduk asli China yang ada di daerah tersebut semakin meningkat setelah sebagain besar orang China mengungsi dari Batavia (Jakarta) ke kawasan Pecinan Semarang dikarenakan Perang Anti China di Batavia pada 14 Juni hingga 13 September 1741.

Di abad ke-18 yaki di ra penjajahan Belanda, daerah Semarang dikenal sebagai Lojining Nagoro Sumawis (Negara tempat semuanya tersedia). Di bawah pemerintahan Hindia-Belanda, Kota Semarang mengalami tiga kali perubahan batas kota yang terdisir dari tanah seluas 25Ha. Semarang mengalami perluasan kota pertama kali pada tahun 1886 (Staatsblad van Nederlandsch-Indie 1886 No.160), yang kedua yaitu pada 1894 (Staatsblad van Nederlandsch_Indie 1894 No.249), dan pada 1902 (Staatsblad van Nederlandsch-indie 1905 No.211). Karna pertumbuhan kota Semarang yang sangat spesifik tersebut, Kota Semarang sempat dinobatkan sebagai Kota Batavia Kedua.

No comments:

Post a Comment

Followers

Flickr