02 March 2015

Batu Akik, Batu Ginjal dan Zaman Batu



Welcome back to indonesian stone age era. Kenapa gue bilang gitu? Cause belakangan gue merasa sedih sama orang Indonesia yang berpikir dan ber-"behave" layaknya manusia purba, mereka mati-matian berebut merusak hutan demi menggali seonggok batu. So jiwa go green gue mulai terkoyak nih buat bahas masalah batu yang pamornya mulai melejit kembali.

Sebagai warga Indonesia of course gue bangga dengan kekayaan alam yang berlimpah, salah satunya kekayaan mineral stone-nya yang legendaris.

Legendaris? Hmmm well,,, let me give you guys some news about this "magical rare weird stone".

Batu akik, atau yang secara internasional dikenal dengan nama Aqeeq / agate merupakan batu yang banyak muncul di dalam sejarah sebagai batu perhiasan, terutama dalam hubungannya dengan sejarah Islam.

I've been doing some reasearch about this stone lately and guess what, batu akik ini merupakan batu yang mengandung arti Religious & Metaphysical dan digunakan sejak zaman Nabi Adam.

Sejak zaman Nabi dipercaya bahwa batu ini mampu memancarkan aura pemakainnya dan memberikannya perlindungan dari sihir, membetikan kekuatan dan juga kesehatan.

A person who wear an Aqeeq will derive its benefits, his sustenance ( rizq ) will be increased & he will be protected from dangers, black magic, disaters, misfortunes and accidents. It will also be a protection for him/ her in frightening and terrifying circumstances, like facing the oppression & enemy." Dikutip dari Vudesk.

Perkembangannya di Indonesia, batu Akik ini mulai dikenal dan melejit pada era Presiden Soekarno, presiden pertama Indonesia ini memang terkenal sangat religious dan juga kental sisi mistisnya seperti adanya peninggalan keris, uang kuno dan juga cincin batu akik. Pada sebuah kunjungan yang dilakukan oleh Presiden Amerika di Indonesia, Presiden Soekarno pernah memberikan oleh-oleh batu akik kepada beliau yang diketahui merupakan batu akik jenis Bacan yang belakangan ini namanya kembali melejit.

Meski mengandung nilai religius namun perkembangannya di Indonesia sometimes berlebihan dan sounds ridiculous ketika sudah dihubungkan dengan hal-hal magis dan mistis. And this is my True story.

Ada sebuah taman kota baru di Malang, taman Merjosati namanya, gue kos dan kerja di deket taman ini yang secara kebetulan dikelilingi oleh pasar tradisional dan traditional food courts gitu lah yang asoy banget buat ngopi dan sarapan.

Di food court ini setiap paginya Anda akan menemukan segerombolan bapak-bapak yang menurut visual gue mirip preman dan orang-orang pengangguran (sorry for that). Bapak-bapak ini setiap paginya nimbrung di penjual batu akik.

Pas kebetulan gue lagi ngopi sambil ngrokok-ngrokok cantik di dekat gerombolan manusia batu ini, gue denger dialog mereka yang menggelikan.

"Batu zamrud ini dulunya yang punya si anu dari kalimantan, si anu ini mimpi di datangin kakek berjenggot dan memberikan benda pusaka yang harus di ambil di gunung anu, dan ketika di datangi ternyata dia dapat akik ini" ujar penjual akik yang jari tangannya kayak tesi, penuh akik.

Gue yang denger kalimat promosi itu nahan ketawa, dan yang bikin gue mau nyemburin kopi adalah segerombolan bapak-bapak yang dengerin aksi SPB akik itu pada dengerin dengan seksama, dan berujung dengan lakunya akik tersebut seharga Rp. 3jt. Gaji gue aja gak sampek gitu, kok ya ada orang yang mau beli batu mitos yang gue rasa di telen pun kagak nyangkut di tenggorokan.

Belakangan gue malah lebih heboh dengan berita ditemukannya batu akik senilai Rp. 30 Miliar. Dimana penemuan ini memancing aksi bar-bar rakyat Indonesia yang desperately pengen kaya sehingga menggali tanah demi menemukan batu akik, namun sayangnya aksi ignorant mereka ini malah berujung ke pengerusakan hutan.

Inilah kenapa artikel ini gue beri judul Batu akik yang lebih mahal dari Batu ginjal yang jadi rebutan masyarakat yang memiliki pola pikir layaknya manusia zaman batu.

No comments:

Post a Comment

Followers

Flickr