01 March 2015

5 Tips Pintar Memilih Warna Cat Dinding



So... this is my first try buat bahas design interior. I love to change my dorm themes, yaaaaa... biar gak bosen lah bertapa di dalam kamar terus. Salah satu hal penting dalam dunia design interior adalah Paint Colors.

Based on some research yang tetinspirasi dari editor kawakan Barbara Jacobs, akhirnya gue bisa ngumpulin 10 tips pintar memilih warna cat dinding. Apa aja itu? Lets check this out...

1. Start Small

Semua hal harus dilakukan dari hal terkecil terlebih dahulu. Termasuk dalam hal memilih warna cat dinding, hal ini khususnya bagi Anda yang belum berpengalaman dalam urusan mengecat.

Lakukanlah eksperimen warna di area terkecil rumah Anda seperti bathroom, a small hall or area between rooms atau pilihlah area eksperimen yang membuat Anda bisa melihat hasilnya dengan cepat.

2. Colors And Mood

Berdasarkan ilmu "color
psychology" ternyata warna juga bisa mempengaruhi mood seseorang. So, sebelum memutuskan untuk memilih warna, perhatikan dulu mood apa yang ingin Anda tampilkan.

For example, ketika masuk ke dalam kamar, tentu Anda ingin mendapatkan mood restful and soothing or dramatic and intimate right? So, Anda bisa memilih warna yang lebih soft, cool and of course neutral.

3. Perhatikan Pencahayaan

Inilah alasan kenapa di toko cat sering di display light box yang bisa Anda gunakan sebagai tester cat. Hal ini dikarenakan warna cat akan hidup sesuai dengan pencahayaan ruangan.

Untuk pengetahuan Anda, warna-warna cerah seperti kuning, biru laut dan juga merah akan terlihat sangat powerfull di ruangan dengan pencahaayaan yang bagus, seperti ruangan dengan jendela yang besar.

Untuk itu pencahayaan ruangan sangatlah penting dan berhubungam dengan mood apa yang ingin Anda hadirkan pada ruangan tersebut.



Agar warna cat dinding tidak terlihat overpowerin karena pencahayaan yang kuat, Anda bisa mengakalinya dengan memberikan wall accents yang lebih gelap seperti lukisan. Lately agar bisa lebih hidup dengan sinpel Anda bisa memilih wall sticker yang bisa Anda sesuaikan dengan tema ruangan.

Sedangkan unyuk ruangan yang minim pencahayaan, Anda bisa menilih warna warna yang bisa dihidupkan dengan additional lighting, untuk itu Anda harus pintar-pintar memilih pernak pernik pencahayaan, dalam hal ini mengandalkan lampu pijar di tengah ruangan sebagai satu-satunya sumber pencahayaan merupakan hal yang "kuno" dan tidak menarik karena efek bayangan terhadap benda-benda di dalam ruangan tersebut "tidak hidup".

3. Pelajari Karakteristik Warna

Secara simpel kita hanya mengkategorikan warna yang biasa kita lihat, seperti merah, kuning, hijau dan biru. Padahal dalam dunia warna diketahui banyak sekali warna. Contohnya merah, berdasarkan saturasinya, warna merah memiliki banyak jenis, seperti merah maroon, dark red, light red dan pink.

Inilah alasan kenapa dalam dunia warna dikenal istilah hue dan colors, dimana keduanya memiliki arti "warna" namun memiliki makna yang berbeda. Dimana hue mebgacu pada gelap terang sebuah warna. Inilah alasan kenapa di buku pilihan warna pada toko cat memiliki ribuan varian warna.

Gambar di bawah ini contohnya. Pada interior ini Anda akan melihat warna hijau yanh dominan, padahal jika diperhatikan terdapat lebih dari satu jenis warna hijau.



Aplikasi sebuah warna pada ruangan akan berbeda feel dan mood nya antara satu warna dengan warna yang lainnya. Warna merah contohnya, warna merah yang lebih intens akan memberikan kesan yang berbeda dengan warna merah pastel.

Tips : If you want a more active space, consider introducing stronger and more intense color.

4. Berani Untuk Mencoba

Okay, enough for the theory, lets start with the practice. Setelah Anda yakin dengan warna yang Anda pilih, maka jangan pernah ragu untuk mengaplikasikannya, dont be afraid, even if u fail, paling tidak Anda akan merasa puas denfan hasil kerja Anda, its part of an arts right? Practice ini akan membuat skill mengecat Anda berikutnya lebih baik.

Don't be afraid to go beyond your comfort zone. Bermainlah dengan warna, anggaplah ruangan Anda sebagai canvas. Jangan fokus hanya pada dinding, perhatikan warna lantai dan juga ceiling.

5. Continuity

Faktor continuity juga harus menjadi faktor yang Anda perhatikan dalam pemilihan warna cat dinding. Sehingga ada kesinambungan antara satu ruangan dengan ruangan yang lain.

Contohnya, ketika Anda masuk dari ruang tamu ke tuang tengah lalu masuk ke kamar, meski Anda memutuskan untuk memberikan tema yang berbeda pada tiga ruangan tetsebut, Anda bisa memilih warna yang masih nyambung dari satu ruangan ke ruangan yang lainnya.

No comments:

Post a Comment

Followers

Flickr