Lets Share Our InZpiration

28 August 2011

PENYELEWENGAN DAN DAMPAK TAMAN PAKSA

Oleh:

Febrian Meifta Kurniawan

A. PENYELEWENGAN TANAM PAKSA

Dalam kenyataannya pelaksanaan tanam paksa tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku pada masa itu. Menurut ketentuan, pemerintahan kolonial seharusnya mengadakan perjanjian dengan rakyat terlebih dahulu, tetapi dalam prakteknya, dilakukan tanpa perjanjian dengan penduduk desa sebelumnya dan dengan cara memaksa. Sehingga, banyak terjadi penyelewengan dan penyalahgunaan kekuasaan yang dilakukan oleh pegawai kolonial, bupati dan kepala desa itu sendiri mengakibatkan timbul penderitaan pada penduduk desa yang bersangkutan. Bupati dan kepala desa bekerja bukannya mengabdi kepada kepentingan rakyat desa melainkan kepada pemerintah kolonial atau demi kepentingan pribadi, membuat merosotnya martabat dan kewibawaan pejabat-pejabat yang bersangkutan dan juga dianggap sebagai kaki tangan pemerintah kolonial (Elisabet, 1988:4).

Contoh penyimpangan adalah tanah yang dipakai bisa lebih dari 1/5 bagian, selisih harga tidak diberikan ke petani, kegagalan panen ditanggung petani. Rakyat masih diwajibkan kerja rodi. Dengan penyimpangan tersebut para aparat pemerintah dan Bupati dapat mengumpulkan Cultur procenten yang banyak untuk memperkaya diri di atas penderitaan rakyat. Terjadi kemiskinan, kelaparan dan kematian. Contoh seperti di Cirebon (1844), Demak (1848), Grobogan Purwodari (1849).

Dalam pelaksanaan sistem tanam paksa, ketentuan yang sudah dibuat berbeda dengan apa yang terjadi di lapangan. Terdapat penyimpangan-penyimpangan dalam pelaksanaan sistem tanam paksa tersebut. Penyimpangan-penyimpangan tersebut, antara lain:

Latar Belakang dan Pelaksanaan

Sistem Tanam Paksa

Oleh

Aris Windari ani

A. Sistem tanam paksa

Pada tahun 1830 pemerintah Belanda mengangkat Gubernur Jenderal yang baru untuk Indonesia yaitu Johannes van den Bosch.Gubernur jenderal ini diserahi tugas khusus yaitu untuk meningkatkan produksi tanaman ekspor yang tidak terjadi selama diberlakukannya sistem pajak tanah. Pengangkatan gubernur ini dilakukan karena pemerintah Belanda terdorong oleh keadaan yang keuangan yang memburuk di negeri Belanda. Keadaan tersebut terjadi karena pemerintah Belanda dibebani hutang-hutang yang tidak sedikit jumlahnya dan harus segera dikembalikan. Namun karena masalah ini tidak bisa ditanggulangi sendiri oleh negeri Belanda sendiri maka muncullah pikiran untuk mencari pemecahannya di koloni-koloninya di Asia yaitu Indonesia. Hasil dari pemikiran tersebut yaitu gagasan sistem tanam paksa yang diusulkan oleh van den Bosch (Kartodirdjo. dkk, 1975:66).

Pada dasarnya sistem tanam paksa atau yang oleh pihak Belanda disebut dengan Culturstelsel ini berarti pemulihan sistem eksploitasi berupa penyerahan-penyerahan wajib yang pernah dipraktekkan oleh oleh VOC terdahulu. Raffles telah mencoba untuk mendorong para petani di Jawa untuk meningkatkan produksi tanaman ekspor mereka dengan jalan mebebaskan mereka dari segala penyerahan-penyerahan wajib dan dengan memberikan mereka perangsang-perangsang positif yaitu setelah mereka melunasi kewajiban membayar pajak tanah (land rent) maka mereka dapat memperoleh hasil bersih dari penjualan-penjualan pertanian mereka sendiri. Kegagalan sistem pajak telah meyakinkan van den Bosch bahwa pemulihan sistem penyerahan wajib sangat diperlukan untuk memperoleh hasil tanaman dagangan untuk diekspor ke luar negeri. Selain itu pengalaman selama sistem pajak tanah telah memperlihatkan bahwa pemerintah kolonial tidak dapat menciptakan hubungan langsung dengan para petani yang secara efektif dapat menjamin arus tanaman ekspor dalam jumlah yang dikehendaki tanpa mengadakan hubungan lebih dahulu dengan para bupati dan kepala-kepala desa. Hal ini berarti bahwa ikatan-ikatan feodal dan tradisional yang berlaku di daerah pedesaan masih perlu dimanfaatkan jika hasil-hasil yang diharapkan ingin dicapai (Kartodirdjo. dkk, 1975:66-67).

Sitem tanam paksa mewajibkan para petani di Jawa untuk menanam tanaman-tanaman perdagangan untuk diekspor ke pasaran dunia. Walaupun antara sistem eksploitasi VOC dan sistem tanam paksa terdapat persamaan khusunya dalam hal penyerahan wajib, namun pengaruh sistem tanam paksa atas kehidupan desa di Jawa jauh lebih dalam dan jauh lebih menggoncangkan dari pada pengaruh VOC selama kurang lebih dua abad (Kartodirdjo. dkk, 1975:67).

23 August 2011

DINASTI SHANG (sekitar 1600-1045 SM)

kebudayaan Shang yang kaya dan kuat menguasai Dataran tiongkok Utara pada zaman Perunggu Tiongkok (sekitar 1600-1400 SM). Senjata danbejana dari perunggu, batu giok yang indah, serta benda-benda berbahan gading ditemukan di situs yang merupakan ibukota terakhir Dinasti Shang, dekat kota yang kini bernama Anyang. Tulisan pada tulang ramalan dari Anyang memberikanpetunjuk-petunjuk penting tentang kegiatan keagamaan dan kehidupan sehari-hari masyarakat Dinasti Shang.


07 August 2011

Inilah alasan kenapa banyak Orang Tua menyiram jalanan ketika pagi, siang atau sore hari.

Kita sebagai generasi muda mungkin menganggap kebiasaan orang-orang tua yang sering menyirami jalanan di depan rumahnya adalah agar debu tidak berterbangan dan agar terasa lebih sejuk. Bisa dibilang itu benar, namun taukah kamu sejarah apa di balik Menyiram Jalan raya itu?

Seperti yang kita tau, Indonesia pernah di jajah oleh beberapa bangsa dari Spanyol Belanda, Inggris terus Belanda lagi dan kemudian Jepang, banyak sekali penderitaan yang dialami oleh rakyat Indonesia pada masa itu, namun taukah kamu bahwa Penjajah tidak 100% jahat, mereka juga mewariskan banyak hal, seperti gedung, jalanan dan kereta api, bahkan dalam pembuatan DAM rakyat Indonesia baru mengetahui setelah dijajah Belanda.

Sebelum di jajah, Indonesia sama sekali tidak terdapat jalan raya, hanya jalanan setapak yang berlumpur bila hujan tiba, dan hanya selebar kereta kuda saja. Lalu kemudian setelah penjajahan terjadi, lebih tepatnya pada masa penjajahan Belanda, dibangunlah jalan raya pertama Indonesia, yang dikenal dengan jalan raya Pos Daendles yang membentang dari anyer sampai panarukan yang pada masa pembuatannya terdapat banyak korban jiwa. Tujuan dibangunnya Jalan Raya Pos Daendles ini adalah untuk memperlancar pertahanan terhadap serangan Inggris yang bisa datang tiba-tiba.