Lets Share Our InZpiration

07 October 2010

FOLKLORE ATAU CERITA RAKYAT


FOLKLORE ATAU CERITA RAKYAT

Sesuai dengan kodratnya, manusia senantiasa memerlukan kerjasama dengan manusia lain. Manusia adalah mahluk sosial. Hidupnya baru terasa aman dan terjamin bila berada dalam kelompok sesame manusia.
            Dengan menggunakan akal budinya manusia mengembangkan cara-cara untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, baik jasmaniah maupun rohaniah, dan dengan cara-cara itu, manusia melahirkan kebudayaan yang dapat menjamin kepentingan bersama. Kebudayaan sebagai hasil akal budi manusia hanya dapat dimiliki oleh anggota masyarakat dengan jalan mempelajarinya.
            Mempelajari kebudayaan serta mengembangkan lebih lanjut itu dimungkinkan karena kemampuan manusia menggunakan dan mengembangkan lambing untuk berkomunikasi ; oleh karena itu, bahasa sebagai system lambing baik lisan maupun tulisan menjadi salah satu unsure kebudayaan manusia yang terpenting.
            Bahasa merupakan system lambing yang baru dapat dikuasai setelah dipelajari dan akhirnya dapat digunakan untuk menyatakan pikiran dan perasaannya, menuturkan pengalaman-pengalaman sesuai dengan kemampuan daya pemahaman terhadap peristiwa-peristiwa yang telah silam. Bahasa merupakan sistematika yang tertib, tersusun menurut kaidah-kaidah untuk saling berkomunikasi.
            Oleh karena itu, tiap bahasa dapat dianggap paling lengkap bila di tinjau dari sudut si pemilik atau si pendukung bahasa serta budayanya. Berkat pemakaian bahasa, kebudayaan dapat diwariskan secara turun temurun, dengan segala perubahannya sesuai dengan perkembangan masyarakat dan jamannya. Dan memang pada hakikatnya kebudayaan itu dimana dan pada bangsa apapun dimuka bumi ini senantiasa mengalami perubahan, tidak pernah statis itu berkat kedinamisan masyarakat pendukungnya.
            Cerita rakyat pada hakikatnya merupakan cerita yang disampaikan kepada orang lain secara Lisan. Tokoh-tokoh dan peristiwa-peristiwa dalam cerita itu dianggap pernah terjadi pada masa yang lampau, atau merupakan hasil rekaan semata-mata karena terdorong ingin menyampaikan pesan atau amanat melalui cerita tersebut.
            Karena cerita rakyat dituturkan secara lisan maka unsure utamanya adalah bahasa. Dan karena bahasa tertentu itu adalah system lambing yang dianggap lengkap dalam arti dapat memenuhi kebutuhan pemakai sebagai penutur aslinya maka cerita rakyatpun tentunya mengandung pengungkapan yang sesuai dengan alam pikiran serta citarasa penuturnya. Dengan demikian, wajar bila sipemilik cerita itu hanya merasa akrab dbila cerita itu dituturkan dalam bahasa ibunya (bahasa asli cerita tersebut). Bila cerita rakyat itu diterjemahkan ke dalam bahasa lain, betapapun sipemilik cerita itu mengerti bahasa terjemahannya, namun citarasanya tetap tidak akan sama seperti bahasa aslinya.
            Di Indonesia sebagian besar cerita rakyat dituturkan ke dalam bahasa daerah. Untuk meresapi citarasa dan jiwa cerita rakyat itu wajarlah bila cerita itu disajikan dalam bahasa aslinya serta terjemahannya. Sebaliknya bila kita hanya membaca terjemahan cerita rakyat itu dalam bahasa Indonesia, maka banyak bagian cerita yang justru mengandung kelembutan citarasa dan kekhasan daerahnya tidak terungkap.
            Sesungguhnya cerita rakyat itu merupakan pengungkapan cita suatu masyarakat yang memilikinya secara kreatif dan komunikatif. Dengan melalui cerita rakyat, segala khayalan dan angan-angan yang tidak dijumpai dalam alam kenyataan dapat dituturkan.
            Berbeda dengan kesusastraan tertulis, cerita rakyat pada umumnya tidak lagi dikenal pengaruhnya ataupun penyususnannya, karena cerita itu dianggap sebagai milik masyarakat yang mendukungnya, biasanya cerita rakyat itu tersebar luas dari mulut kemulut, sehingga dalam proses penyebarannya mengalami perubahan atau penyimpangan dari bentuk serta isinya yang asli. Dengan demikian lahirlah berbagai versi dari cerita rakyat tersebut dan merupakan suatu bentuk kesenian yang hidup karena selalu berubah dan berkembang manurut selera dan citarasa penuturnya yang lebih kemudian.
            Meskipun terdapat puluhan versi cerita, namun hal itu sangat penting artinya bagi studi kebudayaan ataupun studi masyarakat pemilik cerita rakyat. Dengan memperhatikan variasi cerita rakyat dalam satu masyarakat, dapat dipelajari pergeseran sosial yang terjadi serta dapat ditelaah kemana arah pergeseran itu.
            Demikian pula bila terdapat pengaruh luar yang menyusup dalam cerita rakyat dengan versi-versinya yang banyak itu, maka pengaruh asing itupun dapat ditelaah, baik sebagai unsure-unsurnya dalam tubuh cerita, maupun mengenai latar belakang kultural yang diharapkan dapat menjawab pertanyaan mengapa sampai timbul versi yang khas tersebut.

2 comments:

  1. dengan akalnya manusia bisa memenuhi kebutuhan hidup.
    itu bukan cerita namun kenyataan sob

    ReplyDelete
  2. cerita rakyat adalah yang disampaikan dari mulut ke mulut dari turun temurun

    ReplyDelete