Lets Share Our InZpiration

25 October 2010

5 BIDADARI, PLAGIAT atau KREATIF?

Izy udah denger sih tentang pro kontra grup 5 Bidadari ini di twitter, kebanyakan para KPOP lover sangat membenci grup ini, soalnya jelas-jelas plagiat MV nya Wondergirl, dan saya sebagai KPOP lover kususnya Wonderfull (Grup pecinta wondergirl) akan berusaha mengambil titik tengah dari konflik ini.

23 October 2010


Bila mempelajari dengan seksama, ternyata cerita rakyat yang hidup hidup di kalangan masyarakat itu memiliki fungsi bermacam-macam. Cerita rakyat jelas merupakan suatu bentuk hiburan. Dengan mendengarkan cerita rakyat sepeti dongeng, mite atau legenda, kita sekan-akan diajak berkelana kea lam lain yang tidak kita jumpai dalam pengalaman hidup sehari-hari. Para penuturnya-pun sering mempunyai kecenderungan untuk mengembangkan cerita yang pernah didengarnya dengan jalan menuturkan fantasinya sendiri. Dengan demikian cerita itu pada satu pihak menyebar secara luas di kalangan masyarakat dalam bentuk dan isi yang relative tetap karena kuatnya sipenutur pada tradisi, tetapi pada lain pihak juga banyak mengalami perubahan, karena hasratnya untuk menyalurkan angan-angannya serta citarasanya sendiri. Dengan gaya penuturan sendiri pula. Dan hal yang terakhir inilah yang menjadi salah satu sebab lahirnya versi-versi baru dari cerita rakyat. Dan justru perubahan dari para penutur yang kemudian itulah cerita rakyat dapat mempertahankan kelestarian hidupnya.

07 October 2010


FOLKLORE ATAU CERITA RAKYAT

Sesuai dengan kodratnya, manusia senantiasa memerlukan kerjasama dengan manusia lain. Manusia adalah mahluk sosial. Hidupnya baru terasa aman dan terjamin bila berada dalam kelompok sesame manusia.
            Dengan menggunakan akal budinya manusia mengembangkan cara-cara untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, baik jasmaniah maupun rohaniah, dan dengan cara-cara itu, manusia melahirkan kebudayaan yang dapat menjamin kepentingan bersama. Kebudayaan sebagai hasil akal budi manusia hanya dapat dimiliki oleh anggota masyarakat dengan jalan mempelajarinya.
            Mempelajari kebudayaan serta mengembangkan lebih lanjut itu dimungkinkan karena kemampuan manusia menggunakan dan mengembangkan lambing untuk berkomunikasi ; oleh karena itu, bahasa sebagai system lambing baik lisan maupun tulisan menjadi salah satu unsure kebudayaan manusia yang terpenting.

05 October 2010

Sempet Blogwalking kesana-kemari nyuri-nyuri ide pasang domain, kayaknya sih asik ya, ditambah lagi saya sudah membulatkan tekat saya buat slalu mencintai blo saya ini (maaf Alay) hehehehe...
bagi para blogger yang sudah membeli domain, izy mau dong di kasih info-info nya, tentang kelebihan dan kekurangan beli domain gitu.
kalau gak salah sih sempet baca juga, katanya kalau kita beli domain tu blog kita bakalan kayak bayi lagi y? wah musti sengsara sejak awal dulu dong? mmmm... kayaknya ini juga musti jadi bahan pertimbangan juga ya. tapi rasanya kurang mantap kalau gak di kasi domain sendiri nih blog aku yang walaupun dapat dikategorikan sebagai blog yang ancur tatanannya hehehehe... skali lagi yang tau mengenai seluk beluk per-domain-nan plis kasih coment :)

03 October 2010

APPROACH SEJARAH LOKAL



sebelum anda melanjutkan membaca tulisan ini, disarankan membaca tulisan saya sebelumnya :
1. Pengertian sejarah Lokal
2. Penulisan sejarah lokal
3. Sumber-sumber sejarah Lokal

Telah disebutkan pada tulisan sebelumnya, bahwa uraian Sejarah Lokal telah menentukan Scope arealnya. Dalam uraian Sejarah Lokal scope tersebut telah dipersempit. Sudah jelas, bahwa disamping segi areal, segi prespektif waktu tak dapat diabaikan dalam urusan sejarah. Prespektif waktu ini justru member kemungkinan untuk dapat dilihat proses perkembangannya yang lazim disebut sejarah. Seperti halnya scope areal, scope waktu dapat juga dipersempit, sehingga uraian diharapkan dapat lebih mendalam. Uraian-uraian ini misalnya : "Sejarah Banjarmasin abad-17", "Sejarah Maluku abad-18", "Sejarah Madiun setelah perjanjian Giyanti", "Sejarah Aceh pada masa Iskandar Muda" dan sebagainya.
PENULISAN SEJARAH LOKAL

Sebelum membaca tulisan ini, ada baiknya membaca tulisan saya sebelumnya :
3. Approach Sejarah Lokal

Pengertian Penulisan Sejarah Lokal telah dilakukan jaman Kolonial. Tujuan dari penulisan tersebut kebanyakan untuk member bahan-bahan faktuil kepada pemerintah pusat kolinial mengenai perkembangan daerah-daerah Lokal. Dengan demikian penulisannya kebanyakan terdiri dari pegawai-pegawai pemerintah local, seperti residen, asisten residen, kontrolir, tokoh militer dan sementara sarjana. Kemampuan para pegawai tersebut dapat dipahami, karena umumnya mereka telah memperoleh dasar-dasar pengetahuan Idiologi, uraian-uraian seperti "Oud Soerabaja" (oleh G.H. Von Faber), "Priangan" (Oleh F. De Haan), "Oud Batavia" (Oleh F. De haan), "Oud bantam" (oleh Van Nder Chijs), "Yogyakarta" (Oleh J. Brandes). Contoh diatas merupakan contoh contoh dari sekian banyak uraian tentang Sejarah Lokal. Uraian-uraian dalam bahasa Indonesia juga terdapat misalnya pada "Riwayat Semarang" (Oleh Liem Thian Joe), "Dari Jakarta ke Jakarta" (Oleh M. Idwar Saleh), "Aceh Sepanjang Abad" (oleh Mohammad Said). Dari beberapa contoh uraian Sejarah Lokal dalam bahasa Indonesia ini hanya "Riwayat Semarang" yang ditulis pada masa Kolonial tahun 1933.
SUMBER-SUMBER SEJARAH LOKAL

Sudah diketahui, bahwa dalam ilmu sejarah dibedakan macam-macam tingkat sumber dengan kategori sumber primer, sekunder, tersier dan sebagainya. Pembedaan ini ditinjau dari segi authentisitasnya sebagai sumber, originalitasnya dan seberapa jauh sumber itu dipengaruhi oleh subjektivitas manusia (dalam hal ini si "pembuat" sumber).