Lets Share Our InZpiration

14 July 2010

SASARAN CERITA

CARA MENULIS NOVEL

SASARAN CERITA

Sasaran cerita adalah kepada siapa cerita yang kamu buat ditujukan. Sasaran cerita menurut saya dapat dibedakan menjadi dua, yaitu :


1. Berdasarkan Umur

Tentu kita nggak bisa nyamain tulisan untuk tingkat umur yang berbeda-beda, ada beberapa tingkatan sasaran cerita berdasarkan umur.

a. Anak-anak (umur 4-12 tahun)

Bahasanya harus jelas, lugas, singkat, kosa kata sederhana, nampilin unsure pendidikan, panutan, kebajikan, nilai-nilai moral, fantasi yang baik, fable dan hiburan.

b. Remaja (umur 13-17 tahun)

Tulisan bisa menggunakan bahasa dengan kosakata yang lebih rumit, seputar kehidupan remaja : cinta, pencarian jati diri, hubungan dengan orang tua, guru, persahabatan, cita-cita, ajaran moral, etika, agama, saran untuk ngejahuin hal negative seperti narkoba dan pergaulan bebas.

c. Dewasa

Segala jenis bahasa dan segala jenis tema, tapi tetap dalam batas-batas norma ketimuran, nggak terlalu sadis, brutal dan vulgar. Kalau kamu kepengen nulis hal-hal yang sadis, brutal atau vulgar, mesti pinter-pinter deh nyari padanan kata biar nggak ngasih efek buruk pada si pembaca kelak.

d. Umum

Ini cerita untuk segala usia, misalnya tentang kisah kepahlawanan, budi pekerti luhur, dan lain-lain.

2. Berdasarkan kepentingan

Ada banyak kepentingan yang mesti kita tahu saat kita menulis, antara lain :

a. Media atau Penerbit

Kalau kamu mau menulis naskah untuk media atau penerbit A, tentu akan berbeda dengan media atau penerbit B. setiap media atau penerbit punya batas-batas konsentrasi penerbitan naskah yang berbeda-beda.

Lalu bagaimana cara mengetahuinya? Tentu saja dengan banyak membaca tulisan yang dipublikasikan dari media atau penerbit yang mau kamu tuju. Dari sana, seenggaknya kamu bisa dapet gambaran seperti apa standard tulisan yang bisa diterbitkan ama tuh penerbit, kalau tulisan kamu pernah di terbitin sebelumnya itu malah lebih bagus dan mempermudah kamu, kamu bisa nanya langsung ke redaksi atau tim editor tentang apa yang mereka perluin dan bisa kamu penuhin dengan tulisan kamu.

b. Kemauan Pasar

Pasar perbukuan di Indonesia nggak bisa di prediksi dan bisa berubah dengan cepat. Dalam ranah tulisan popular, saya masih ingat dulu sebelum ada serial Lupus yang begitu digilai oleh remaja pada masanya, dan saya juga ikut gila sama itu novel soalnya koleksi Lupus saya komplit dah ahahahahay. Lalu kemudia kemauan pasar pindah ke cerila religi yang di buat Lingkar Pena, terus tiba-tiba pindah ke buku-buku chicklit terus ganti lagi teenlit, tuha kan ganti-ganti, makanya kita musti memantau terus apa yang sedang buming diinginkan oleh masyarakat.

Sekarang, gimana kita bersikap untuk menghadapi kemauan pasar yang nggak pasti itu? Apakah kita musti nurutin kemauan pasa, atau kita tetep optimis ama tulisan kita?

Ada dua hal yang bisa saya gunakan untuk menjawab pertanyaan itu. Yang pertama kamu harus ikutin tren, kalau kamu selalu mengikuti tren yang sedang buming pasti deh tulisan kamu bakal diterima lapang dada ama pembaca. Kalau kamu nggak bisa ngikutin tren, terpaksa deh harus optimis ama tulisan kamu, tapi usahakan tulisan kamu punya nilai plus sendiri, jadi tulisan kamu bisa jadi tren hehehe.

c. Momen-momen khusus.

Momen khusus ini penting banget kamu ketahui. Coba deh liat di toko buku sekelas gramedia, pasti dia nggak mau ngelewatin momen khusu, seperti ramadhan, pasa ramadhan lihat deh buku-buku yang di pajang di etalase gramedia, pasti buku-buku islam, religi dan sebagainya. Begitu pula pas Natal, Halloween, Valentine dan momen khusus lainnya, kamu harus bisa menempatkan diri ama momen itu, biar tulisan kamu bisa lebih cepet dip roses ama penerbit.

No comments:

Post a Comment