Lets Share Our InZpiration

11 July 2010

BEKAL / PERSIAPAN MENULIS KARYA FIKSI (NOVEL)

BEKAL / PERSIAPAN MENULIS KARYA FIKSI (NOVEL)

Jangan pernah berfikir bahwa menulis, cerpen, cerbung, atau novel yang bagus dan keren cuman bisa dilakukan oleh penulis-penulis top atau pengarang-pengarang idola kamu. Mereka sama seperti kamu kok, pernah ngerasa gak bisa nulis, ditolak peberbit, patah semangat dan ngalamin banyak masalah lainnya. Namun toh akhirnya mereka terus berusaha sampai akhirnya karya mereka bisa diterima dan diterbitkan. Jadikan kalimat berikut sebagai motifasi kamu "SIAPAPUN BISA MENULIS" termasuk kamu. Caranya tentu saja mesti punya bekal segudang langkah yg bisa kamu siapin.

A. MINAT

Minat penting banget lho! Sebelum kamu tau cara apapun dan bekal apapun untuk menulis, kamu wajib dan harus punya minat untuk menulis. Nggak bisa ditawar lagi. Karena kalau kamu nggak punya minat, kamu nggak bakalan bisa nulis. Kalau minat tersebut sudah tertanam dipikiran kamu, sesulit apapun masalah yang bakalan kamu temuin pada saat kamu menulis, pasti akan bisa kamu selesaikan. Kamu juga nggak akan terlalu pikir-pikir dan nggak bakalan mudah putus asa apabila karya kamu ditolak oleh penerbit.

Penulis mungkin bukan menjadi cita-cita yang diminati oleh kebanyakan oang, terutama di Indonesia. Padahal menjadi seorang penulis adalah sebuah profesi yang mempunyai masa depan. Pendapatan royalty dari hasil tulisanmu itu bisa di terima terus menerus, bahkan bisa diwariskan. Banyak sekali penulis yang melepaskan pekerjaan tetapnya hanya untuk menekuni profesi kepenulisan ini, karna hasil dari menulis sangat menjanjikan.

B. NIAT

Kalau sudah ada minat, sekarang niat. Niat yang kuat dari diri kamu untuk menulis, untuk meluangkan waktu diantar segudang kegiatanmu untuk menulis. Hanya dengan minat, tanpa niat kesungguhan untuk menulis kamu nggak bakalan jadi penulis. Pastikan niat it uterus kuat di diri kamu agar kamu bertahan untuk menyelesaikan tulisan kamu itu.

C. BAKAT

Bakat adalah anugerah Tuhan kepada seseorang yang nggak dapat kita ganggu gugat, yang nggak boleh kita irikan. Tiap orang memiliki bakat nya masing-masing. Mungkin kamu sering ketemu dengan temen kamu yang begitu gampangnya menulis. Kamu nggak perlu iri dengan temen kamu itu. Kamu tetep bisa menjadi penulis top dan beken, bahkan bisa lebih beken dari temen kamu itu, meskipun pada dasarnya kamu nggak punya bakat nulis. Caranya adalah dengan terus berlatih dan banyak membaca. Ingat pepatah "KITA BISA KARENA TERBIASA".

Saya adalah orang yang nggak percaya dengan bakat menjadi seorang penulis. Lewat pengalaman saya, jatuh bangun saya ngalamin penolakan di sana-sini nunjukin dengan pasti bahwa saya nggak ada bakat menjadi seorang penulis. Namun para bloggers harus tau, dengan usaha keras dan terus latihan yang saya lakukan itu, akhirnya membuat saya bisa menulis, contohnya menulis blog ini.

Bahasa kasarnya ya, bakat hanya punya andil 5% di dunia penulis, 95% lainnya adalah kerja keras dan doa kita.

D. MOTIVASI

Apa motovasi kamu menjadi seorang penulis? Motifasi juga bisa dikatakan tujuan kamu untuk menulis. Ada yang menulis karena sekedar mencari kesibukan di waktu senggang, ada yang menjadikan kegiatan menulis sebagai mata pencaharian (seperti saya ini :p), ada yang nyalurin hobi nya, ada yang untuk menjadikan kegiatan menulis ini sebagai eksistensi dirinya karena enggak dikenal di bidang lainnya, atau juga bisa untuk menyampaikan ide, gagasan dan pengalaman kita, agar orang lain tau.

Nah kalau saya, dari awal emang udah ngebet banget pengen jadi penulis, karena jujur saya kesal dengan penerbit yang selalu nolak tulisan-tulisan saya (pada waktu belum diterbitin) heheheh.

Kita pasti merasa bahwa tulisan-tulisan fiksi yang diterbitkan banyak yang nggak oke, dan lebih oke tulisan kita (semua penulis handal juga ngerasa gitu kok)hehehehe.

Kalau tulisan yang nggak oke tadi bisa di muat di majalah atau bisa diterbitkan dalam bentuk novel, mengapa kita tidak? << (ini namanya motovasi).

E. IMAJINASI

Imajinasi atau khayalan penting banget. Dengan imajinasi kita bisa nge gambarin hal-hal yang hendak kita tulis pertama kali dengan benak kita (kebanyakan tulisan fiksi lahir dari proses IMAJINASI). Menulis dengan imajinasi yang tinggi membuat kita bisa menulis tulisan yang panjang, tetapi tetap nggak ngebosenin dang nggak bertele-tele.

Albert Einstein pernah berkata "Imajinasi jauh lebih penting dari ilmu pengetahuan". Artinya, berbagai penemuan karya besar di dunia ini, seperti lampu, tv, telfon dan computer, terwujud dari Imajinasi (kalian lahir di dunia juga dari hasil imajinasi orang tua kalian lho) hahahahahay.

F. BELAJAR

Belajar bukan cuman hanya buat orang yang menempuh pendidikan agar lulus ujian aja lho! Kalau kamu masih ingin menjadi penulis handal, belajar adalah bekal penting yang nggak bisa kamu tinggalin. Kenapa? Karena segala sesuatu pasti berubah, bayangin aja, kalau kamu nulis yang itu-itu aja, padahal jaman selalu berubah, jika kamu nggak belajar, tulisan kamu bakal di nilai kuno dan nggak up to date.

G. KOMUNIKASI

Menjadi seorang penulis harus bisa juga berkomunikasi dengan baik. Komunikasi yang saya maksud disini bukan hanya sekedar ngomong aja, tapi komunikasi agar apa yang kita maksud dapat diterima oleh orang lain. Komunikasi ini sangat penting apabila kamu menghadapi penerbit, kamu harus bisa meyakinkan penerbit bahwa tulisan kamu ini layak di terbitkan.

H. MEMBUKA DIRI

Dengan membuka diri dan semakin banyak bertemu dengan orang, berkenalan dengan orang lain dan mebuka diri kepada teman-teman kamu, kamu akan mendapatkan sesuatu dari mereka, sesuatu itu bisa berupa cerita yang bisa kamu kembangkan menjadi sebuah tulisan. Jadi jangan bosan dengerin curhatan temen-temen kamu hehehehe.

I. PANTANG MENYERAH

Apa bila kamu berhasil melewati fase-fase dia atas tadi, sehingga kamu bisa menyelesaikan tulisan kamu dengan baik, dan ketika kamu kirim karyamu tersebut namun ditolak penerbit, maka saran yang harus kamu dengar adalah JANGAN MENYERAH! Karena percaya atau tidak saya sering banget di tolak penerbit, namun dengan kerja keras, cerpen-cerpen saya berhasil di muat di majalah.

No comments:

Post a Comment