Lets Share Our InZpiration

27 July 2010

CARA MEULIS NOVEL

STRUKTUR CERITA

Kali ini izy bakalan share pengetahuan cara menulis novel, sekarang sudah sampai ke pembuatan STRUKTUR CERITA.

STRUKTUR CERITA? APa itu? Kamu nggak usah bingung, maksudnya adalah bagian-bagian cerita, yang secara umum dibedakan menjadi bagian pembukaan atau biasa disebut Opening, kemudian bagian inti cerita, dan penutup atau biasa pula disebut ending. Yuk kita simak sama-sama!


A. Pembukaan

Kamu nggak perlu bingung gimana memilih pembukaan yang baik untuk cerpen atau novel kamu. Ada banyak cara yang bisa kamu lakuin, tapi sebaiknya kamu memilih apa yang kamu sukai dan juga berkenaan dihati pembaca. Kalau kamu sudah nonton filem-filem Holywood, kamu akan nemuin banyak sekali pembukaan filem yang sangat menarik, mungkin dari situ kamu bisa dapet ide untuk membuat pembukaan.

Hal yang paling penting yang harus dilakuin di pembukaan adalah membuat pembaca tertarik untuk membaca cerita kamu seterusnya. Kalau kamu nyampaiin pembukaan yang bertele-tele, orang udah pasti bakalan langsung ninggalin cerita kamu. Saya lebih suka membuka cerita dengan adegan yang langsung merujuk ke permasalahan dan sekaligus memperkenalkan karakter utama.

Kamu bisa nentuin sendiri jenis pembukaan yang kamu sukai, bisa dengan antartokoh atau dengan deskripsi, penting untuk kamu ingat, pembukaan harus :

1. Menarik pembaca untuk membaca bagian berikutnya.

2. Nggak bertele-tele.

3. Ngenalin tokoh-tokoh utama dengan masalahnya.

4. Action atau dialog yang mencirikan karakter tokoh utama.

5. Bila kamu suka dengan deskripsi di opening, pilihlah deskripsi yang dinamis dan nggak monoton.

6. Bahasa yang digunain harus lugas dan dengan kecepatan cerita (pace) yang cepat. Karena kalau lamban, pembaca akan bosan, misalnya kamu nyeritain adegan perjalanan ke skolah, tapi kamu nulisnya sampek 2 halaman, nah itu dia namanya pace nya kurang cepet. Hal tersebut pasti bikin bosen pembaca.

7. Langsung nunjukin ke pembaca persoalan yang tengah dihadapi tokoh-tokoh utamanya, bisa lewat dialog atau deskripsi.

8. Beri perhatian ekstra agar opening kamu bagus karena banyak juga redaksi atau editor yang membaca cerita dari opening dan begitu opening nya nggak bagus maka langsung di drop, padahal cerita sesungguhnya mungkin bagus dan cuman perlu sedikit revisi di openingnya. Kamu pasti nggak mau mengalami hal itu kan? Makanya beri perhatian khusus sama opening cerita kamu.

Nah sudah siap menulis? Mulailah dengan pembukaan. Kalau kamu kepikiran terus untuk bikin opening yang sebagus mungkin dan jadinya malah nggak nulis-nulis, lebih baik tuliskan apa yang ingin kamu tuliskan saat ini, selesain cerita yang kamu bikin, terus baru revisi cerita kamu itu.

  1. Inti Cerita

Kalau kamu udah nemuin pembukaan yang pas dan sesuai dengan keinginan kamu, kamu musti nerusin cerita ke bagian selanjutnya. Kamu musti pelan-pelan membuat pembaca ikut dan ma uterus membaca cerita kamu sampai selesai. Cara yang bisa kamu lakuin agar ini bisa terjadi adalah kamu musti menjaga bahasa dan dialog kamu, buat bagian ini tetap terjaga dan nggak ngebosenin.

Gimana caranya? Ya, tentu saja kamu mesti banyak latihan. Kemudian, kamu juga musti rajin banget baja novel-novel dari penulis kesayanganmu agar kamu bisa "mencontek" ilmu mereka lewat tulisan yang kamu nikmati untuk bikin cerit yang nggak ngebosenin.

Bagian inti cerita umumnya nerapin masalah antartokoh yang sudah memuncak atau konflik yang dialami tokoh utama sepertinya udah nggak bisa diselesaikan. Masih banyak hal yang kalau digambarin dengan grafik akan terlihat grafiknya menanjak drastic.

Kamu musti jaga semuanya agar pembaca seolah-oleh terlibat dengan suasana yang kamu bangun, sehingga mereka akan mau nerusin baca cerita kamu sampai selesai. Nah ketika semua ketegangan dan konflik telah terjalin dengan begitu tajam, umumnya akan diselesaikan di dalam akhir cerita atau bagian penutupan yang lebih sering disebut ending.

  1. Penutup atau Ending

Kalau bagan ending dan inti cerita sudah kamu bikin sebagus mungkin, sekarang langkah berikutnya adalah menulis penutup atau ending. Hati-hati dengan bagian ini. Kalau enggak bisa-bisa cerita kamu sudah bisa ketebak dari awal.

Selanjutnya kamu musti ati-ati karena menurut pengalaman, banyak editor senior di penerbitan yang membaca naskah dari opening dan kemudian langsung ke bagian ending. Kalau kedua bagian udah bagus, umumnya kemungkinan besar naskah kamu untuk lolos akan besar pula. Namun, kalau kedua bagian atau salah satunya nggak bagus, bisa-bisa naskah kamu langsung disingkirkan

Semua proses diatas adalah poin-poin penting yang harus kamu perhatikan untuk menulis novel. Tapi jangan terlalu terkonsentrasi untuk menulis opening dan ending yang bagus, ntar malah cerita kamu terlihat kaku dan nggak natural, mending kamu tulis deh apa yang ada dipikiran kamu, setelah itu baru revisi, benerin deh bagian-bagian yang menurut kamu pantas dig anti atau dipertahankan.

Selamat Menulis !! J



26 July 2010

POLITIK DEVIDE ET IMPERA BELANDA

Sudah kita duga sejak dahulu, bahwa terbentuknya NICA pada tahun 1945, mempunyai sasaran untuk berusaha mengembalikan imperialisasi Belanda lagi. Karena itulah sekalipun telah berkali-kali diadakan perundingan yang menghasilkan persetujuan-persetujuan mulai dari Linggarjati sampai Renville, Belanda selalu tidak mau mentaati persetujuan tersebut. Terbukti lagi dengan telah dilancarkannya aksi militer sampai dua kali.

Karena dengan cara kekerasan militer tetap tidak berhasil menghancurkan pemerintah Indonesia, maka sekarang ditempuh cara dengan menjalankan politik devide et impera, dalam rangka untuk meruntuhkan Republik Indonesia dari dalam. Apalagi setelah tanggal 15 Juli 1946, Angkatan perang sekutu telah menyerahkan wewenangnya kepada Belanda yang diwakili oleh Luitenant Governor Dr. H.J Van Mook.

Pada tanggal 16 Juli 1946 diadakan Konferensi Malino yang menghasilkan sebuah konsep tentang pembentukan negara RIS yang terdiri dari empat negara Bagian, yaitu : Sumatra, Jawa, Kalimantan dan Timor Besar.

PEMBENTUKAN DOKURITSU ZYUNBI INKAI (PANITIA PERSIAPAN KEMERDEKAAN INDONESIA)

Pada tanggal 6 Agustus 1945 jatuhlah Bom atom pertama di Hiroshima. Hal ini membuat semakin tipis harapan Jepang untuk memenangkan perang Pasifik. Pada tanggal 7 Agustus 1945, Jenderal Terauchi memanggil Ir. Soekarno, Drs. Moh. Hatta dan Dr. Radjiman untuk dating ke Saigon dalam rangka untuk menerima petunjuk-petunjuk tentang penyerahan kemerdekaan sebagaimana yang pernah dijanjikan oleh Jendral Terauchi.

Sekembalinya dari Saigon, maka pada tanggal 9 Agustus 1945, dibentuklah badan baru (setelah BPUPKI karena tugasnya telah selesai lalu di bubarkan), badan tersebut diberi nama Dokuritsu Zyunbi Inkai (Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia / PPKI ), dengan susunan organisasinya sebagai berikut :

Ketua : Ir. Soekarno

Wakil Ketua : Drs. Moh. Hatta.

Anggota-Anggota:

1. Dr. Radjiman

2. Ki Bagus Hadikoesoemo

3. Otto Iskandar Dinata

4. B.P.H Poerbojo

5. B.P.H Soerjohamodjojo

6. Soetardjo Kartohadikoesoemp

7. Prof. Mr. Soepomo

8. Abdul Kadir

9. Drs. Yap. Tjwan Bing

10. Dr. Mohammad Amir

11. Mr. Abdoel Abbas

12. Dr. Ratoelangi

13. Andi Pangeran

14. Mr. Latoeharhary

15. Mr. I Goesti Ketut Poedja

16. A.H. Hadiman

17. R.P Soeroso

18. Wachid Hasjim

19. Mr. Mohammad Hasan

PPKI ini dalam ketatanegaraan Republik Indonesia memegang peranan penting, sebab :

a. Sebagai pembentuk ketatanegaraan Republik Indonesia 17 agustus 1945, dan yang menetapkan dasar pertama seluruh tata pemerintahan Negara setelah diproklamasikan kemerdekaan tanggal 17 Agustus 1945.

b. Menurut teori hukum, merupakan badan yang pertama kalinya berwenang menetapkan Pokok Kaidah Negara yang fundamental bagi Negara Republik Indonesia.

c. Ditinjau dari keanggotaannya, benar-benar merupakan sebuah badan yang representative, karena mewakili seluruh lapisan dalam masyarakat.

Pada tanggal 16 Agustus 1945 PPKI mengadakan rapat di rumah Laksamana Muda Jepang, yaitu Laksamana Maeda yang rumahnya berada di Jalan Imam Bonjol 1 Jakarta, dengan acara pokok khusus menilai situasi politik setelah menyerahnya Jepang kepada sekutu tanpa syarat pada tanggal 15 Agustus 1945, terutama yang berhubungan dengan persiapan untuk segera mengumumkan pernyataan kemerdekaan dalam situasi "Vacum of Power" tersebut.

Dalam rapat tersebut juga dihadiri wakil-wakil dari golongan muda, sepert : Soekarni, Chaerul Saleh, B.M Diah, Wikana dan dari golongan Tua hadir ; Dr. Boentaran dan Semaun Bakri.

Pada tanggal 17 Agustus 1945, seluruh anggota PPKI menyaksikan jalannya pelaksanaan proklamasi Kemerdekaan. Dalam rapat tersebut telah menghasilkan keputusan-keputusan penting, yaitu siding mensetujui penambahan anggota-anggota baru PPKI, diantaranya : Wiranata Koesoemah, Ki Hadjar Dewantoro, Mr. Kasman Singodimedjo, Sajuti Melik, Mr. Achmad Soebardjo, Wikana, Chaerul Saleh dan Soekarni.

Pada tanggal 18 Agustus 1945, PPKI dalam sidangnya telah menghasilkan keputusan-keputusan penting diujung lahirnya Negara Kesatuan Republik Indonesia, yaitu :

a. Menetapkan Ir. Soekarno dan Drs. Moh. Hatta sebagai Presiden dan wakil Presiden yang pertama.

b. Mengesahkan UUD 1945 sebagai Undang-Undang Dasar Republik Indonesia dengan sistematika sebagai berikut :

1. Bagian pembukaan

2. Bagian Batang Tubuh

3. Bagian Penjelasan

c. Pekerjaan Presiden untuk sementara waktu dibantu oleh sebuah Komite Nasional.

19 July 2010

PEMBENTUKAN DOKURITSU ZYUNBI COSAKAI (BADAN PENYELIDIK USAHA-USAHA KEMERDEKAAN )II

Sebelum membaca blog saya ini, lebih baik anda melihat postingan saya sebelumnya, agar anda paham. Klik link berikut ini Pembentukan Dokuritsu Zyunbi Cosakai I dan Pembentukan Dokuritsu Zyunbi Cosakai II

Usul rumusan Dasar Negara Negara Republik Indonesia

  1. Mr. Moh. Yamin
  2. Ir.Soekarno
  3. Jakarta Charter (Piagam Jakarta)

JAKARTA CHARTER (PIAGAM JAKARTA)

Dalam Tugasnya, maka panitia kecil tersebut telah mengadakan pendekatan-pendekatan dengan tokoh-tokoh nasional dan agama yang duduk dalam BPUPKI. Dan pada sidangnya pada tanggal 22 Juni 1945, Panitia Kecil telah dapat menghasilkan sebuah piagam yang diberi nama "Jakarta Charter" atau "Piagam Jakarta" yang di dalamnya tercantum pula rumusan Dasar Negara dengan sistematikanya sebagai berikut :