Lets Share Our InZpiration

15 March 2010

-->
SALURAN DAN CARA-CARA ISLAMISASI DI INDONESIA
Saluran dan cara Islamisasi di Indonesia melalui beberapa jalan, diantaranya :

a. Perdagangan
Islamisasi melalui perdagangan terjadi pada tahap awal, yaitu sejalan dengan ramianya lalu lintas perdagangan antara abad ke-7 sampai abad ke-16. Pada tahap berikutnya makin banyaklah pedagang muslim yang datang ke Indonesia yang kemudian membentuk tempat-tempat pemukiman yang disebut Pakojan.
Pada saat itu, pedagang-pedagang muslim yaitu dari Arab, persia dan India turut serta mengambil bagian dalam perdagangan dengan pedagang-pedagang dari negeri-negeri bagian barat, tenggara, dan timur benua Asia. Perdagangan ini sangat efektif sebagai saluran islamisasi karena bagi kaum muslim, tidak ada pemisahan antara kegiatan berdagang dan kewajiban menyampaikan ajaran Islam, ditambah lagi pada masa itu golongan raja dan bangsawan biasanya turut serta langsung dalam kegiatan perdagangan, jika rajanya masuk Islam, biasanya rakyatnya akan lebih gampang mendapatkan pengaruh Islamisasi.
Islamisasi melalui saluran perdagangan semakin dipercepat dengan adanya situasi dan kondisi politik beberapa kerajaan yang ada di pesisir, terutama dipesisir pulau jawa, hal ini dibuktikan dengan kutipan dari Tome Pres berikut ini :
"Kini saya ingin mulai menceritakan pate-pate muslim yang berada di pesisir, yang berkuasa di Jawa dan mempunyai semua perdagangan karena mereka adalah penguasa-penguasa jung-jung (kapal) dan rakyat. Ketika disana di sepanjang pesisir Jawa masih belum musli 'caffre', maka banyak pedagang berdatangan, orang-orang Persia, Arab, Gujarat, Bengali Malaya. Selain berhasil menjadi pedagang yang kaya raya, mereka juga berhasil mendirikan masjid-masjid. Mereka menikah dengan penduduk lokal dan anak-anaknya menjadi muslim" (Marwati Djoened Poesponegoro, Nugroho Notosusanto, SNI 3 2008)
b. Perkawinan
Karena pedagang asing yang datang ke Indonesia banyak yang tidak mempunyai istri, maka mereka kebanyakan memilih menikah dengan wanita pribumi. Dengan melalui perkawinan ini lingkungan mereka pun bertambah luas sehingga muncul perkampungan, daerah-daerah, dan Kerajaan Islam.
Dari urain ini kita bisa memperoleh gambaran bahwa perkawinan antara pedagang atau saudagar islam dengan perempuan pribumi juga merupakan bagian yang erat dalam proses islamisasi.
Perkawinan merupakan cara Islamisasi yang paling mudah, karena ikatan perkawinan itu sendiri sudah merupakan ikatan lahir batin, tempat mencari kedamaian diantara individu yang terlibat. Kemudian dari perkawinan ini terbentuklah masyarakt muslim yang terikat dalam pertalian kekerabatan yang lebih besar antara keluarga pihak laki-laki dan perempuan.
Saluran Islamisasi melalui perkawinan sendiri terbukti lebih menguntungkan lagi apabila terjadi antara saudagar, ulama, atau golongan lainnya dengan bangsawan atau anak raja dan adipati. Seperti yang terjadi antara putri Campa dengan Prabu Brawijaya atau Sunan Ampel dengan Nyi Gede Manila. Hal ini dikarenakan status sosial-ekonomi, terutama politik raja-raja, adipati-adipati, dan bangsawan-bangsawan pada waktu itu turut mempercepat proses Islamisasi. Perkawinan antara kaum muslim dengan bangsawan ini banyak ditemukan pada tulisan-tulisan di babad Tanah Jawa, babad Cirebon dan Babad Tuban. Inilah yang menjadi salah satu alasan kuatnya Islam di pulau Jawa hingga saat ini.
c. Pendidikan
Dengan melalui pendidikan ini proses Islamisasi dilakukan oleh pesantren-pesantren, semakin terkenal kyai yang mengajar, maka semakin terkenal pula pesantrennya dan pengaruhnya terhadap masyarakat.
Pada masa pertumbuhan Islam dikenal Pesantren Ampel Denta milik Sunan Ampel (Raden Rahmat), juga Pesantren Sunan Giri yang muridnya kebanyakan datang dari Maluku dan daerah-daerah lain. Selain itu juga biasanya para bangsawan atau raja mendatangkan Kyai sebagai penasihat agamanya.
d. Tasawuf
Proses Islamisasi yang tidak kalah pentingnya adalah tasawuf, yang berfungsi sebagai pembentuk kehidupan sosial bangsa Indonesia, dengan melalui tasawuf memudahkan islam masuk ke orang-orang yang telah mempunyai dasar ke-Tuhanan. Gambaran tentang tasawuf ini banyak di jumpai dalam babada dan hikayat. Beberapa tokoh tasawuf adalah Hamzah Fansuri, Syamsudin, Nurudin Ar-Raniri, dll.
e. Kesenian
Kesenian Islam terlihat dengan adanya peninggalan-peninggalan seperti seni bangunan, seni pahat, seni musik, seni sastra, dsb.
f. Wali songo
(Data tentang Wali Songo dapat dilihat di BAB sebelumnya)
NEXT : KERAJAAN-KERAJAAN INDONESIA YANG BERCORAK ISLAM.

PROSES MASUK DAN BERKEMBANGNYA AGAMA ISLAM DAN KEBUDAYAAN ISLAM DI INDONESIA.

Berikut Izzy tuliskan materi pembelajaran masuknya Islam ke Indonesia, yang Izzy dapet dari Mata kuliah Sejarah Indonesia Madaya.

· Proses Masuknya Agama Islam Ke Indonesia.

Mengenai kedatangan Islam ke Indonesia, sampai sekarang terdapat beberapa pendapat. Sebagian besar berpendapat bahwa islam sudah masuk ke Indonesia pada abad ke-7, sedangkan yang lainnya berpendapat Islam baru masuk pada abad ke-13 terutama di Samudra Pasai.

Mereka yang berpendapat bahwa masuknya Islam ke Indonesia pada abad ke-7 berpegang pada berita Cina dari Zaman Dinasti Tang. Berita Cina ini menceritakan tentang rencana serangan orang Ta Sih yang di tafsirkan sebagai orang-orang Arab. Hal ini diperkuat oleh berita Jepang (784M), yang menceritakan tentang perjalanan berita Kashin.

Sedangkan mereka yang berpendapat masuknya Islam ke Indonesia pada abad ke-13, berdasarkan pada dugaan pada keruntuhan Dinasti Abbasiyah oleh Hulagu (1258M), berita Marcopolo (1292M), berita Ibnu Battutah (abad ke-14), batu nisan makam Sultan Malik Al-Saleh (1297M), dan penyebaran ajaran Tasawuf (abad ke-13).

Menurut Snouck Hurgronye, bahwa Islam di bawa ke Indonesia oleh orang Islam dari Gujarat (India). Jadi Islam tidak disebarkan langsung dari Arab, sebab hubungan antara Arab dengan Indonesia secara langsung baru terjadi pada abad ke-17, yaitu pada masa kerajaan Banten, Mataram, dll. Adapaun tentang golongan masyarakat pembawa agama Islam ke Indonesia adalah kaum pedagang, selain itu pada masa berikutnya terdapat pula mubaligh atau guru-guru agama yang pekerjaannya lebih khusus mengajarkan agama. Kedatangan mereka ini lebih mempercepat Islamisasi, sebab mereka itu kemudian mendirikan pesantren yang mencetak kader-kader ulama / guru-guru agama. Golongan yang lain adalah penganut Tasawuf (Kaum Sufi) yang kedatangannya diperkirakan pada abad ke-13.

Selain golongan pembawa, terdapat pula golongan penerima Islam. Di Indonesia dikenal dua kelompok, yaitu golongan elit (Raja, Bangsawan, dan Penguasa), dan golongan non elit (lapisan masyarakat bawah). Di samping sebagai penguasa politik golongan elit juga mempunyai peranan dalam menentukan kebijaksanaan perdagangan dan pelayaran. Diantara golongan elit juga adalah pemilik saham dan pemegang monopoli dagang atau pelayaran. Misalnya Raja Aceh memonopoli lada, Mataram Memonopoli perdagangan beras. Dengan adanya golongan ini, maka penerimaan Islam lebih cepat dibandingkan dengan lapisan bawah.

Keatangan islam ke berbagai daerah di Indonesia ternyata tidak bersamaan. Faktor komunikasi, situasi, kondisi politik, serta latar belakang sosial budaya masyarakat setempat ikut menentukan proses Islamisasi di daerah-daerah Indonesia.

Dengan kemunduran Kerajaan Sriwijaya pada abad ke-13, maka pedagang-pedagang muslim berkesempatan mendapatkan keuntungan dagang juga memberi dukungan terbentuknya Kerajaan Samudra Pasai. Dari Samudra Pasai, Islam kemudian berkembang ke arah Malaka.

Penyebaran Islam di Jawa diduga berasal dari Malaka, tetapi kapan hal itu berlangsung belum dapat diketahui dengan pasti. Bukti tertua tentang Islam di Jawa adalah batu Nisan makam Fatimah Binti Maimun di Leran<>

Di saat Majapahit mengalami masa kemundurannya yaitu pada awal abad ke-15, muncul kota Tuban dan Gresik sebagai pusat penyebaran Islam, yang pengaruhnya meluas sampai ke Maluku. Kota penyebaran Islam yang lain adalah Demak. Dari Demak kemudian Islam meluas ke daerah pesisir di utara Jawa Barat. Menurut Tome' Pires bahwa pengaruh Islam di daerah Cirebon sudah ada pada sekitar tahun 1470-1475, dan penyebaran Islam di daerah Cirebon sudah ada pada sekitar tahun 1470-1475, dan penyebaran Islam di Cirebon ini dilakukan oleh Fatahilah atau Falatehan atas perintah Raden Patah.

Bagi Demak, usaha menanamkan pengaruh Islam di pesisir utara Jawa Barat tidak dapat dipisahkan dari tujuan politik maupun ekonomi. Sebab pelabuhan Sunda, seperti Cirebon, Sunda Kelapa, dan Banten amat potensial sebagai daerah pemasaran hasil buminya.

Penyebaran Islam ke daerah Maluku juga melalui perdagangan antara Malaka, Jawa, dan Maluku. Islam masuk ke Maluku diperkirakan pada abad ke-13.

Penyebaran di Kalimantan Selatan dapat diketahui dari Hikayat Banjar. Proses Islamisasi di daerah ini diwarnai dengan adanya perpecahan di kalangan Istana. Yaitu antara Pangeran Tumenggung dengan Pangeran Samudra. Pangeran Tumenggung adalah Raja Dipa, Daha, Kahuripan yang bercorak Hindu, yang letaknya kira-kira di daerah Amuntai sekarang. Dalam peperangan antara kerajaan Banjar dengan Daha, Raden Samudra meminta bantuan Demak dengan perjanjian bersedia masuk Islam. Atas bantuan Demak maka Daha dapat dikalahkan, dan sejak itu kerajaan Banjar yang bercorak Islam berkembang, dan Raden Samudra kemudian Bergelar Sultan Suryanullah. Proses Islamisasi di Banjarmasin ini berlangsung sekitar tahun 1550.

Sedangkan proses Islamisasi di Sulawesi Selatan khususnya di kerajaan Gowa dan Talo berjalan Damai, dan berlangsung pada tahun 1605.

Proses Islamisasi di Indonesia pada umumnya berjalan dengan damai, namun ada kalanya harus diwarnai dengan penaklukan. Disamping itu Islam juga berfungsi sebagai alat untuk mempersatukan politik menghadapi lawan.

NEXT : SALURAN DAN CARA-CARA ISLAMISASI DI INDONESIA.


KERAJAAN-KERAJAAN INDONESIA YANG BERCORAK ISLAM
1. Samudra Pasai
Pada abad ke-13 di Aceh Utara berdiri Kerajaan Samudra Pasai. Kerajaan ini merupakan kerajaan Islam pertama di Indonesia.
Kerajaan Samudra Pasai terletak di pesisir timur laut Aceh, Kabupaten Lhoksumawe atau sekarang Aceh Utara. Menurut sejarah melayu, nama itu berasal dari Samudra (semut besar) dan Pasai dari nama anjing milik Merah Silu.
Dalam sejarah melayu disebutkan bahwa pendiri Kerajaan Samudra Pasai adalah Merah Silu yang setelah masuk Islam dan naik tahta bernama Maliku-Saleh. Nama itu sesuai dengan nama Malik As-Saleh yang menjadi Sultan pertama Kerajaan Samudra Pasai. Batu nisan yang menandai makamnya bukti akan kehadiran Sultan tersebut.

04 March 2010

PERADAPAN LEMBAH SUNGAI INDUS

Lembah sungai Indus, Gangga, dan Brahmaputra sangat subur dan di daerah inilah timbul suatu peradaban yang tinggi. Reruntuhan yang ditemukan menunjukan suatu peradapan yang telah maju yang sama dengan periode dari Afrika utara dan Asia barat daya. Barang-barang yang ditemukan banyak berupa logam, yaitu perunggu dan tembaga. Gedung-gedung dibuat dari bata-bata bakar. Pendukung kebudayaan ini memiliki suatu bentuk tulisan yang sampai sekarang belum berhasil dibaca.

Sejarah India zaman kuno atau biasa disebut dengan perdapan Sungai Indus dapat diketahui dengan adanya penemuan 2 kota yang memiliki peradaban yang sudah tinggi yaitu Mohenjo Daro di Sind dan Harappa di Punjab (keduanya di wilayahn Pakistan sekarang). Peradaban ini diperkirakan ada sekitar tahun 2500-1500 SM.

Peradaban lembah suangi Indus ini muncul bersamaan dengan peradaban Mesir Zaman Firaun dan sama kayanya di bidang materi dan kecanggihannya. Berbagai kota dibangun berdasarkan suatu rencana yang ditata dengan baik dan ramai sebagai pusat perdagangan.

Mata pencaharian mereka adalah bertani, menenun pakaian, dan membuat perhiasan. Selain itu pengetahuan tentang rekayasa sudah sangat tinggi yaitu terlihat dengan adanya system pengeringan kota.

Sekitar 1.500 tahun SM, sekelompok suku Indo Aria (Rusia selatan) berpindah ke India. Suku ini berbeda dengan penduduk asli, mereka berkulit putih, juga berbeda bahasa, organisasi sosial, dan teknologinya. Selama berabad-abad mereka berhasil menaklukan berbagai tempat di India Utara.

Pada abad ke-6 SM dua gerakan agama besar, yaitu Budha dan Jainisme muncul di india. Pada pertengahan abad ke-6 SM, bangsa Persia menyerang bagain barat laut India. Serangan mereka diikuti oleh serangan dari bangsa Yunani di bawah pimpinan Iskandar yang Agung pada abad ke-4 SM. Kerajaan India pertama yang besar yaitu kerajaan Maurya muncul sekitar tahun 324 SM. Penguasa terbesarnya adalah Raja Asoka (274-232SM). Semasa pemerintahan raja Asoka, seni bangunan India mulai maju. Raja Asoka, menyuruh rakyatnya menggali gua sebagai tempat tinggal para Bikhu Budha dan membangun stupa yaitu gundukan batu bata setengah lingkaran yang menyimpan patung suci Budha. Raja Asoka juga menyuruh rakyatnya mendirikan tiang-tiang yang besar. Banyak di antara tiang itu ditutup dengan prasasti yang banyak menceritakan tentang kejadian masa itu.

Setelah raja Asoka wafat, kekuasaannya terpecah menjadi Negara-negara yang saling bersaing dan berperang. Selama kurang lebih 1500 tahun, India terbagi-bagi. Tetapi sekitar tahun 320-467 M, dinasti Gupta berhasil menyatukan kembali India utara. Perdagngan berkembang dengan dunia barat, juga dengan Myanmar, Jawa, Sumatra, dan Cina. Agama Hindu dan Budha tersebar ke Negara-negara timur.

Agama Hindu yang lahir di India mempunyai dasar pemikiran untuk memperoleh kebebasan dari kejahatan dan dosa. Orang dapat bebas dari dosa-dosa jika jiwanya menjadi suci dan sempurna. System kasta adalah bagian terpenting dalam agama Hindu. Proses penyempurnaan jiwa dimulai dari kasta terbawah. Setelah kematian, jiwa dilahirkan kembali dalam diri orang dari kasta yang lebih tinggi. Jika tugas-tugas kastanya dilaksanakan dengan setia, maka ia akan dilahirkan kembali (reinkarnasi) akan menjadi sempurna dan akan bersatu dengan jiwa dewa utama, yaitu Brahma.

Dalam agama Hindu dikenal dengan empat kasta, yaitu Brahma (pendeta), Ksatria (prajurit), Waisya (pedagang), dan Sudra (golongan jelata). Tetapi ada golongan yang tidak boleh disentuh, yaitu golongan yang terbuang yaitu Patria.

Dalam agama Hindu bahwa semua semua hidup adalah suci, mereka menghormati semua binatang, terutama sapi yang dianggap binatang suci. Umumnya kaum Hindu tidak makan daging.

Agama yang juga lahir di India adalah Budha. Pendiri agama ini adalah Gautama (563-483SM), yang pada usia 30 tahun menyerahkan semua kekayaan dan kedudukannya guna mempelajari jalan hidup yang benar. Para pengikutnya kemudian memanggilnya Budha yang artinya yang tercerah.

Budha mengajarkan bahwa kehidupan manusia penuh dengan kejahatan dan penderitaan, yang dapat dihindari hanya dengan mempunyai keinginan –keinginan yang baik saja, yaitu melalui delapan jalan. Pengikutnya diajarkan untuk tidak membenci, mencuri, berbohong, membicarakan orang lain atau mempunyai pikiran-pikiran yang tidak murni.

Selama kurang lebih 1000 tahun Budha bersaing dengan Hindu dan India. Kemudian Budha hilang dari India, tetapi tersebar ke Cina dan Negara-negara lain di Asia timur dimana Budha tumbuh menjadi agama yang kuat dan banyak penganutnya di dunia.

Kebudayaan dan pengetahuan yang berkembang di India juga banyak menghasilkan kesusastraan, baik puisi maupun prosa. Salah satu penulis syair dan penulis drama yang hidup pada abad ke-6 M adalah kalidasa.

Seni dan arsitektur di India juga banyak dipengaruhi oleh agama. Kuil-kuil yang dindingnya mempunyai atap-atap dan tiang-tiang tertutup dengan hiasan-hiasan.

Dalam bidang matematika orang india adalah yang pertama menggunakan nol, decimal, dan tanda minus. Mereka membuat kemajuan dalam bidang aljabar dan kimia. Selama periode Gupta mereka terkenal dalam membuat cat, mengawetkan kulit, membuat sabun dan kaca, juga berbagai jenis tekstil, yang mengakibatkan perdagangan dengan Cina berjalan dengan baik juga dengan Negara-negara Laut tengah bagian timur.